Tuesday, December 3, 2019

Indeks Ogut dan Ringkasan Peforma Sektor IHSG

Setelah hampir satu tahun memulai lagi blog pribadi ini, saya akhirnya menemukan cara bagaimana membuat pages di theme gratisan yang entah di mana saya lupa tempat mengunduhnya.

Tanpa babibu, langsung saja saya buat pages yang telah lama ingin saya buat, yaitu yang berisi ringkasan peforma sektor-sektor di IHSG dan membuat versi suka-suka Indeks saham: Indeks Ogut. 不

Pages tersebut bisa ditemukan di bagian "menu" blog ini.

Pages baru:
- Portfolio, yang berisi peforma salah satu susunan portfolio pribadi; 
- IHSG, yang berisi peforma sektor-sektor di IHSG; 
- Indeks Ogut, yang berisi susunan emiten-emiten suka-suka di dalam Indeks Ogut beserta peformanya relatif terhadap peforma IHSG.

Monday, December 2, 2019

Window Dressing?

Tiap akhir tahun, sejak mengenal dunia saham, di forum-forum saham sepertinya banyak yang membicarakan window dressing.

Saya gak paham apa pentingnya window dressing. Kalau sekedar untuk membuat portfolio terlihat cantik, buat apa? Gunanya apa pula kalau hanya sementara?

Karena itulah, dari pengalaman di akhir tahun 2018 ke 2019, saya belajar bahwa membeli saham di akhir dan awal tahun adalah sebuah ide buruk untuk jangka panjang. 

Karena pada saat itu harga saham terlalu banyak terdistorsi oleh psikologi pasar akibat kepercayaan akan adanya aksi window dressing manajer-manajer investasi yang bermodal besar dan berniat untuk mempercantik portfolio mereka.

Apalagi dengan kejadian kasus Minna Padi¹ beberapa waktu lalu. 

Harusnya di waktu-waktu seperti ini harus dihindari. Kecuali untuk gain jangka pendek.

¹ Minna Padi: https://www.cnbcindonesia.com/market/20191124203808-17-117600/ojk-bubarkan-6-produk-reksa-dana-ini-respons-minna-padi

Wednesday, October 9, 2019

Merah

Untuk kali ke dua di tahun ini, portfolio tabungan 90% lebih berwarna merah. Yang mengagetkan adalah setelah sempat selama satu minggu floating antar 8% hingga 10%, di minggu berikutnya langsung longsor terus hingga kini berada di kisaran 1% YTD.

Luar biasa sekali.

Pun demikian, saya pernah mengalami hal yang lebih buruk di tahun ini juga. Ketika itu harus berjibaku karena portofolio floating di kisaran -5%.

Ketika itu saya ingat benar telah melakukan tindakan konyol dengan tergesa-gesa melakukan aksi pindah kapal. Padahal ketika itu tidak ada hal signifikan yang terjadi kecuali berita yang berisi cuitan akun Twitter Presiden Trump soal kampanye perang dagangnya dengan China.

Meski portfolio kemudian bisa floating positif, namun saya melewatkan banyak sekali potensi profit yang lebih besar.

Andai kata ketika itu tidak tergesa-gesa melakukan aksi pindah kapal, mungkin akan sempat merasakan floating di kisaran 15%!

Dari pengalaman itu, kali ini saya putuskan untuk bersikap pasif terhadap portfolio tabungan (dalam artian hanya melakukan average down jika ada yang floating -30%) dan hanya aktif melakukan transaksi di akun khusus yang saya fokuskan untuk mendalami trading selama tahun 2019 ini.

Haduuu...h, serius sekali sayah. 🤣🤣🤣

Sunday, August 25, 2019

Average Down?

Beberapa minggu ini performa portfolio utama turun-naik mengikuti pergerakan IHSG. Meski begitu, puji syukur secara keseluruhan masih floating positif; dan karena floating positif inilah penyakit malas saya kambuh, yaitu malas mencari tahu performa tiap emiten di portfolio.

Alhasil, rupanya tanpa disadari ada tiga emiten yang sudah waktunya untuk average down. Bahkan satu di antara emiten tersebut, sudah naik (sedikit) sebelum saya sempat melakukan average down. Asem tenan.

Tapi aneh juga, performa portfolio yang cenderung sideways, ternyata di dalamnya ada yang sudah longsor cukup dalam; dan ada yang naiknya cukup signifikan. Ini sungguh emejing; sebuah keajaiban diversifikasi.

Tanpa ba-bi-bu, prosedur average down saya lakukan.

Hal pertama yang saya lakukan adalah memeriksa kondisi rasio-rasio keuangan si emiten (lewat RTI.co.id). Apakah masih layak dan sesuai dengan screening awal. Jika "ya", maka lanjut ke mencari-cari tahu isu apa yang sedang menerpa si emiten, dan ini yang menyenangkan. Hehehe.

Cara termudah untuk mencari isu-isu terkait terhadap suatu emiten adalah dengan melakukan pencarian diskusi-diskusi yang ada di Stockbit.com. Di sana, biasanya sudah ada user Stockbit yang berbaik hati membagikan isu-isu terbaru. Mulai dari sumber berita resmi, semisal kliping koran versi dijital (pdf), kabar dari situs-situs website berita nasional, atau kabar burung yang beredar di kalangan investor dan trader saham.

Karena isu yang beredar menurut saya masih dalam batas wajar, ya sudah, HAJAR KANAN!

Lalu...

Setelah hajar kanan, saya baru ingat kalau belum memeriksa laporan keuangan tengah tahun emiten-emiten tadi secara langsung. Wkwkwk.

Ancen geblek tenan! 不不不不不

Saturday, June 22, 2019

Mengejar (Multi) Bagger?

Apa yang lebih membanggakan dari berinvestasi di dunia saham lalu mendapatkan bagger? Saya pernah merasakannya sekali (semoga ke depan akan berkali-kali, hehehe) dan itu sungguh menyenangkan. Bahkan di situ muncul satu kebanggaan meski emiten yang dibeli tersebut merupakan stock pick dari paman Kakdr & Johnfundamental.

Namun kemudian semakin ke sini, entah mengapa pengalaman yang terlalu cepat itu malahan menjadi beban. Menjadi beban karena bagger menjadi mindset utama dalam berinvestasi. Saya menjadi lupa bahwa niat awal berinvestasi, yaitu membangun mindset terlebih dahulu untuk menjaga nilai aset dari inflasi.

Dengan mindset menjaga nilai aset, maka hal pertama yang wajib dijaga adalah jangan sampai rugi.

Bagaimana caranya agar jangan sampai rugi?

Salah satunya adalah dengan menempuh jalan anti-cutloss! Dan untuk memudahkan jalan anti-cutloss, maka screening untuk menemukan emiten berkualitas atau minimal sehat, untuk menambah probabilitas harga naik ketimbang harga turun, menjadi sangat penting.

Kalaupun harga pada akhirnya turun, maka hal-hal yang harus disiapkan dan kemudian dilakukan untuk meminimalkan risk sudah ada dalam bentuk cheklist yang siap segera untuk dieksekusi dan itu bukan cutloss.


Tuesday, May 28, 2019

Daftar Blog Berkualitas tentang Manajemen Modal untuk Pemula di Dunia Saham

Proses tawar-menawar harga saham yang berlangsung hampir tiap hari dari Senin sampai dengan Jumat dari jam 08.45 sampai dengan 16.15 WIB, membuat siapapun yang baru masuk sedikit-banyak akan ada rasa ketakutan dan keserakahan.

Jika harga naik satu tick saja, rasanya sudah seperti seorang jawara, invincible. Tapi sebaliknya, jika harga turun satu tick rasa-rasanya diri ini menjadi yang terbodoh dari orang-orang bodoh yang pernah melegenda di sepanjang catatan sejarah manusia.

Wkwkwk, sebenarnya itu yang saya alami sih. Gak tahu kalau orang lain.

Tapi saya sangat percaya, ketika Sang Pencipta alam semesta memberikan suatu masalah, Dia pasti akan menyertakan solusinya. 

Hanya saja, kadang mencari solusi itu juga merupakan masalah yang lain. 

Tapi tenang, saya sudah tidak tahu harus berbasa-basi bagaimana lagi. Jadi, berikut daftar blog terbaik bagi pemula di dunia saham.

Yes. Ncek Glodok satu ini, tidak pernah bosan untuk membagi ilmunya mengenai manajemen modal di dunia saham. Metode yang dia gunakan sangat sederhana, tapi membutuhkan tingkat kesabaran ekstra.

Jadi, ketika dia akan mengeksekusi suatu saham...

Ah sudahlah. Langsung saja datangi blognya. Baca dari publikasi awal mengenai dasar-dasar Kakdrway. Dari situ kita akan paham, bahwa pergerakan harga saham yang naik dan turun itu hal yang wajar. 

Dan satu-satunya ketidak wajaran adalah jika kita menjual saham dalam kondisi rugi, sedangkan di riilnya, perusahaan yang menerbitkan saham tadi masih beroperasi sebagaimana biasanya.

Blog berikutnya adalah,

Yes. Masih sama, Ncek Glodok lagi. Karena manajemen resiko adalah yang nomor satu terlepas apapun aliran investasi yang digunakan. Baca, baca, dan bacalah.

Berikutnya? 

Yakin masih pengen tahu yang berikutnya? 

Serius? 中

Yes, anda benar. Blog berikutnya mengenai manajemen modal adalah,

Manajemen modal terbaik yang pernah saya baca. Mulai dari strategi pembagian modal untuk entry, kapan entryaverage down, taking profit, buyback, dan switching emiten.


Thursday, May 16, 2019

Ketika Prinsip Investasi Dikhianati

Sejak awal, prinsip investasi saya adalah mencari perusahaan sehat dan salah harga. Sehat di sini dalam artian perusahaan ini terus bertumbuh minimal lima tahun terakhir. Sedangkan salah harga adalah dalam artian harga di pasar sekarang tidak mencerminkan valuasinya saat ini berdasarkan laporan keuangan terakhir.

Prinsip inilah yang saya khianati di akhir bulan April 2019.

Ketika membaca berita-berita positif mengenai perkembangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China sejak tahun 2018, saya berpikir bahwa akan sangat sulit mencari lagi perusahaan-perusahaan sehat dan salah harga sebagaimana definisi di paragraf awal.

Oleh sebab itu, saya memutuskan untuk mengabaikan prinsip tersebut dan hanya melihat peluang growth yang sekiranya bisa memberikan risk-reward memadai.

Hasilnya? Boom!

Perundingan antara salah dua pemimpin ekonomi dunia, presiden Trump dan Xi Jinping, gagal total! Bahkan mereka sekarang kembali saling berbalas untuk menaikkan tarif impor.

Belum reda juga, kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi kembali menghantui ketika pengumuman trade balance Indonesia mengalami defisit lebar.

Setelah habis jatuh tertimpa tangga, kini makin diperparah dengan kejatuhan genteng. Yaitu dua hal di atas, mengenai perang dagang dan defisit neraca perdagangan, terjadi di bulan-bulan di mana banyak emiten yang usai cumdate dividend yang biasanya disusul dengan harga longsor akibat aksi taking profit para pemburu sentimen dividen.

Harusnya di saat seperti ini adalah saat yang sangat tepat mulai mengawasi dan bersiap menginisiasi saham-saham yang memiliki fundamental baik dan salah harga. Namun karena ketidak patuhan mengikuti prinsip investasi, sekarang saya hanya bisa ngiler, sengiler-ngilernya, karena kas sudah menipis.

Btw, saya mulai aktif di dunia saham sejak Desember 2018. Jadi sepertinya peluang yang tercipta sebagaimana di awal tahun 2018 kemarin, ketika akan datang kembali di kuartal dua tahun 2019 (tapi semoga saja cepat balik bullish, hehehe...), kesempatan itu harus saya lewatkan.

Rejeki itu rumit kalau kitanya ndak sabar.


Penyanggahan

Penulis masih dalam tahap belajar dan semoga akan terus semangat untuk belajar. Semua yang dituliskan di blog ini hanya sebagai catatan penulis tentang apa saja yang penulis tahu dan bukan hal yang absolut benar.

Harapan penulis adalah pembaca untuk tetap bersikap kritis terhadap apa yang penulis sampaikan. Kalau perlu silahkan kritik melalui fasilitas komentar yang tersedia.

Terima kasih dan salam.