Skip to main content

Posts

Cinta segitiga Balance Sheet, Income Statement, dan Cash Flow

Seminggu ini tiba-tiba muncul pertanyaan di kepala, "Apa sih relasi nyata (dalam angka) antara balance sheet, income statement, dan cash flow?"
Tanpa berpikir panjang, saya kemudian bertanya kepada maha guru Google.
Guru Google berkata bahwa balance sheet itu statemen tentang status aset yang dimiliki ketika dilaporkan. Yang mana aset ini terdiri dari liabilitas dan ekuitas. 
Lalu income statement itu adalah kisah perjalanan aset ketika digunakan untuk berbisnis dari pelaporan sebelumnya ke pelaporan yang sekarang. Ada kisah manis dan pahit, ada kisah naik dan turun tentang aset-aset yang dimiliki. 
Kemudian yang terakhir, cash flow adalah kisah tentang duit yang sebenar-benarnya duit sejak dari pelaporan sebelumnya ke pelaporan terakhir. Duit yang datang dan pergi seperti sekedar mampir di parkiran.
Di antara ketiga jenis tadi, hanya balance sheet yang paling baperan karena menanggung banyak sekali kenangan. Ia selalu mengingat kondisi aset-aset selama perusahaan hidup.
Sedangkan…

Tidak Selarasnya IHSG dan LQ45

Jika dilihat sejak tahun 2017 hingga sekarang, tampak bahwa chart indeks IHSG dan LQ45 mulai tidak sinkron. Muncul gap yang mulai melebar di antara kedua chart indeks tersebut sejak akhir tahun 2017 hingga beberapa waktu belakangan ini (20/01/2020).

Nah, tapi sekarang-sekarang ini kedua chart indeks itu tampak mulai CLBK lagi. Saranghaeyo kata mereka berdua. 😍


Kalau saya memperkirakan sih, kisah cinta mereka dipisahkan sementara oleh aturan BEI mengenai free float untuk beberapa indeks, yang salah satunya LQ45.

Kalau ditelisik dari Google, sebenarnya aturan free float ini baru mulai ramai di media sekitar bulan November 2018. Sedangkan pelaksanaan aturan ini baru diterapkan pada rilis indeks bulan Februari 2019 (kalau saya gak salah ketika cari-cari berita di Google 🤪).

Saya yakin penggodokan aturan sudah berlangsung sebelum media ramai membicarakannya. Jadi bukan tidak mungkin para manajer investasi sudah tahu terlebih dahulu mengenai adanya penggodokan aturan tersebut.

Ya tapi ini h…

52 Minggu, Sektor Konsumer Terboncos

Dulu kali pertama masuk di dunia saham, saya sering membaca bahwa sektor konsumer adalah salah satu sektor terbaik untuk berinvestasi di samping sektor utilitas dan kesehatan. Tapi sepertinya tidak berlaku di bursa saham Indonesia 52 minggu terakhir; sektor konsumer, paling boncos!


Dugaan saya sih, keboncosan sektor konsumer kali pertama dimulai ketika ada isu free float yang menggoyang HMSP--kalau tidak salah ingat yak. Ditambah lagi dengan berita kenaikan cukai rokok di 2020 sebesar kurang-lebih 20%, dan boom, GGRM, si gajah ikutan ndlosor.

Tapi sebenarnya, kenaikan sekitar 20% di tahun 2020 bisa dikatakan wajar. Dari laman Wikipedia, sejak tahun 2016 hingga tahun 2018, kenaikan cukai rokok rata-rata berada di angka belasan persen. Sedangkan di tahun 2019, sama sekali tidak ada kenaikan tarif. Jadi wajar jika pada tahun 2020, kenaikannya mencapai kurang-lebih 20%. Itung-itung dirangkap sekalian kenaikannya. 🤣
Ya tapi memang sih, sektor konsumer bukan hanya emiten rokok, masih banyak…

Keuntungan Riil dari Investasi Saham: Dividen atau Gain?

Semua orang yang sudah masuk di dunia saham, saya yakin sudah memiliki jawaban dan argumen masing-masing. Jawaban itu kurang lebih bisa dikategorikan menjadi tiga: dividen adalah riil, gain adalah riil, atau dua-duanya adalah riil.

Tapi dengan tiga jenis jawaban di atas lalu saya memilih dan menerima salah satunya, maka artikel ini akan berhenti di paragraf pertama atau bahkan tidak akan ada artikel ini.

Oleh sebab itu, saya ingin membuat sebuah kronologi pengandaian.

Kita andaikan saja:
BEI, atau pasar saham Indonesia hanya membolehkan WNI saja yang boleh membeli saham-saham yang diperdagangkan.Hanya ada satu sekuritas di Indonesia yang baik hati, adil, dan tidak sombong.Seluruh penduduk Indonesia, tanpa terkecuali, memiliki pandangan bahwa investasi saham itu menarik.Seluruh penduduk Indonesia, tanpa terkecuali, memiliki masing-masing 1 akun RDN.Seluruh penduduk Indonesia, tanpa terkecuali, setuju bahwa saham ABCD yang akan IPO bulan depan adalah saham dengan fundamental yang sangat …

Return IHSG Terhadap Holding Period

Adakah relevansi antara lamanya hold portfolio dengan risk-reward ratio? Pertanyaan inilah yang mendasari iseng-iseng melakukan simulasi menggunakan tools alakadarnya.

Maksudnya begini, andai kita membeli beberapa saham lalu menyimpannya dalam jangka waktu tertentu, apakah ada relevansi antara lamanya menyimpan dengan potensi risk-reward yang didapatkan?

Langkah pertama untuk menjawab gundah-gulana di atas, saya menentukan dulu return dari emiten apa saja yang ingin dijadikan sample. Tapi kemudian diurungkan karena akan menambah subyektifitas dalam uji coba.

Jadi balik lagi, langkah pertama adalah menjadikan indeks IHSG sebagai sample.

Hey, bukankah dengan melihat chart IHSG, tanpa dilakukan uji coba sudah ketahuan bahwa semakin lama holding periodnya, returnnya semakin besar?

Iya sih, tapi seberapa besar perbandingannya? Kalau cuman sepintas-sepintas, kurang meyakinkan.

Langkah ke dua adalah dengan mengambil tanggal acak sebagai tanggal akhir hasil dari periode menyimpan--langkah ini u…

IHSG, AGRI, & AALI - 27 Desember 2019

Sektor AGRI sepertinya mulai trending setelah mencapai bottom-nya di bulan Agustus--kalau tidak salah--tahun ini.


Pendorong utama sepertinya adalah karena naiknya harga CPO. Selain itu juga karena program bio-solar pemerintah. Ditambah lagi sekarang akhir tahun 2019, dimana sentimen bullish cukup kuat karena--diduga--adanya aksi window dressing.

Apapun penyebabnya, selamat bagi penggemar emiten CPO. 😆

Kalender Saham Untuk Google Calendar

Bingung juga mau nulis paragraf pembukanya bagaimana. Tapi intinya saya ingin berbagi proyek kecil membuat file iCal yang bisa disimpan di Google Calendar. Jika nanti ada event baru yang ditambahkan terkait dengan saham semisal jadwal dividen, otomatis akan ter-update dengan sendirinya bagi yang subcribe file iCal-nya.

Buka Google Calendar versi desktop melalui browser PC.

Yes, untuk bisa melakukan subcription iCal, jalan satu-satunya adalah dengan membuka Google Calendar versi desktop melalui browser PC atau laptop. Saya sudah mencobanya dengan menggunakan versi browser atau aplikasi Android namun tidak menemukan caranya.

Di halaman Google Calendar versi browser desktop, klik menu "hamburger" yang berada di pojok kiri atas layar. Nanti akan muncul tab menu di sisi kiri layar.

Scroll ke bawah, ada kategori "Other calendar" yang tepat di sisi kanannya ada tanda "+".

Klik tanda "+" tersebut dan pada pop-up menu pilih "From URL".

Penting! De…