Skip to main content

Posts

Showing posts from 2019

Return IHSG Terhadap Holding Period

Adakah relevansi antara lamanya hold portfolio dengan risk-reward ratio? Pertanyaan inilah yang mendasari iseng-iseng melakukan simulasi menggunakan tools alakadarnya.

Maksudnya begini, andai kita membeli beberapa saham lalu menyimpannya dalam jangka waktu tertentu, apakah ada relevansi antara lamanya menyimpan dengan potensi risk-reward yang didapatkan?

Langkah pertama untuk menjawab gundah-gulana di atas, saya menentukan dulu return dari emiten apa saja yang ingin dijadikan sample. Tapi kemudian diurungkan karena akan menambah subyektifitas dalam uji coba.

Jadi balik lagi, langkah pertama adalah menjadikan indeks IHSG sebagai sample.

Hey, bukankah dengan melihat chart IHSG, tanpa dilakukan uji coba sudah ketahuan bahwa semakin lama holding periodnya, returnnya semakin besar?

Iya sih, tapi seberapa besar perbandingannya? Kalau cuman sepintas-sepintas, kurang meyakinkan.

Langkah ke dua adalah dengan mengambil tanggal acak sebagai tanggal akhir hasil dari periode menyimpan--langkah ini u…

IHSG, AGRI, & AALI - 27 Desember 2019

Sektor AGRI sepertinya mulai trending setelah mencapai bottom-nya di bulan Agustus--kalau tidak salah--tahun ini.


Pendorong utama sepertinya adalah karena naiknya harga CPO. Selain itu juga karena program bio-solar pemerintah. Ditambah lagi sekarang akhir tahun 2019, dimana sentimen bullish cukup kuat karena--diduga--adanya aksi window dressing.

Apapun penyebabnya, selamat bagi penggemar emiten CPO. 😆

Kalender Saham Untuk Google Calendar

Bingung juga mau nulis paragraf pembukanya bagaimana. Tapi intinya saya ingin berbagi proyek kecil membuat file iCal yang bisa disimpan di Google Calendar. Jika nanti ada event baru yang ditambahkan terkait dengan saham semisal jadwal dividen, otomatis akan ter-update dengan sendirinya bagi yang subcribe file iCal-nya.

Langsung saja, langkah pertama buka Google Calendar versi desktop melalui browser PC.

Yes, untuk bisa melakukan subcription iCal, jalan satu-satunya adalah dengan membuka Google Calendar versi desktop melalui browser PC atau laptop. Saya sudah mencobanya dengan menggunakan versi browser atau aplikasi Android namun tidak menemukan caranya.

Di halaman Google Calendar versi browser desktop, klik menu "hamburger" yang berada di pojok kiri atas layar. Nanti akan muncul tab menu di sisi kiri layar.

Scroll ke bawah, ada kategori "Other calendar" yang tepat di sisi kanannya ada tanda "+".

Klik tanda "+" tersebut dan pada pop-up menu pilih &…

IHSG - 20 Desember 2019

Biar seperti blog beneran yang konten utamanya bahas saham, yaudah, agar lebih afdhol, pasang chart deh.


Jadi, kalau dari chart, IHSG mau ke mana?

Ndak tahu, saya hanya pasang chart biar kelihatan seperti blog serius soal saham. 🤭

Perspektif Baru Tipe-tipe Entry: Reversal, Dollar-cost Averaging, dan Continuation

Sejauh yang saya tahu, ada 3 tipe entry beli saham: reversaldollar-cost averaging, atau continuation. Dari ketiga tipe tersebut, masing-masing membawa konsekuensinya sendiri-sendiri.

Entry reversal, dollar-cost averaging, dan continuation itu apa? Silahkan Google untuk definisi aslinya. 
Tapi karena saya bukan teknikalis murni, jadinya dibikinlah definisi sendiri dari ketiga hal tadi. 🤣
PENTING: Apa yang ditulis di sini, asumsinya pembaca telah mengerti strategi
pisau jatuh dari paman Kakdr. Baik itu mengapa beli, lalu mengapa jual.
Reversal
Karena kebanyakan emiten yang saya cari adalah emiten-emiten murah secara rasio-rasio laporan keuangan plus dengan harganya yang sudah jatuh cukup dalam, a.k.a. pisau jatuh ala paman Kakdr, maka masuknya--barangkali yang paling cocok--adalah pemburu reversal ketika melakukan entry beli kali pertama. Sekali lagi kali pertama entry.
Kenapa pemburu reversal? Seperti yang sudah disebut di atas, karena:  Rasio-rasio laporan keuangan sudah cukup murah. H…

Indeks Ogut dan Ringkasan Peforma Sektor IHSG

Setelah hampir satu tahun memulai lagi blog pribadi ini, saya akhirnya menemukan cara bagaimana membuat pages di theme gratisan yang entah di mana saya lupa tempat mengunduhnya.

Tanpa babibu, langsung saja saya buat pages yang telah lama ingin saya buat, yaitu yang berisi ringkasan peforma sektor-sektor di IHSG dan membuat versi suka-suka Indeks saham: Indeks Ogut. 🤣
Pages tersebut bisa ditemukan di bagian "menu" blog ini.
Pages baru: - Portfolio, yang berisi peforma salah satu susunan portfolio pribadi;  - IHSG, yang berisi peforma sektor-sektor di IHSG;  - Indeks Ogut, yang berisi susunan emiten-emiten suka-suka di dalam Indeks Ogut beserta peformanya relatif terhadap peforma IHSG.

Window Dressing?

Tiap akhir tahun, sejak mengenal dunia saham, di forum-forum saham sepertinya banyak yang membicarakan window dressing.

Saya gak paham apa pentingnya window dressing. Kalau sekedar untuk membuat portfolio terlihat cantik, buat apa? Gunanya apa pula kalau hanya sementara?
Karena itulah, dari pengalaman di akhir tahun 2018 ke 2019, saya belajar bahwa membeli saham di akhir dan awal tahun adalah sebuah ide buruk untuk jangka panjang. 
Karena pada saat itu harga saham terlalu banyak terdistorsi oleh psikologi pasar akibat kepercayaan akan adanya aksi window dressing manajer-manajer investasi yang bermodal besar dan berniat untuk mempercantik portfolio mereka.
Apalagi dengan kejadian kasus Minna Padi¹ beberapa waktu lalu. 
Harusnya di waktu-waktu seperti ini harus dihindari. Kecuali untuk gain jangka pendek.
¹ Minna Padi: https://www.cnbcindonesia.com/market/20191124203808-17-117600/ojk-bubarkan-6-produk-reksa-dana-ini-respons-minna-padi

Merah

Untuk kali ke dua di tahun ini, portfolio tabungan 90% lebih berwarna merah. Yang mengagetkan adalah setelah sempat selama satu minggu floating antar 8% hingga 10%, di minggu berikutnya langsung longsor terus hingga kini berada di kisaran 1% YTD. Luar biasa sekali. Pun demikian, saya pernah mengalami hal yang lebih buruk di tahun ini juga. Ketika itu harus berjibaku karena portofolio floating di kisaran -5%. Ketika itu saya ingat benar telah melakukan tindakan konyol dengan tergesa-gesa melakukan aksi pindah kapal. Padahal ketika itu tidak ada hal signifikan yang terjadi kecuali berita yang berisi cuitan akun Twitter Presiden Trump soal kampanye perang dagangnya dengan China. Meski portfolio kemudian bisa floating positif, namun saya melewatkan banyak sekali potensi profit yang lebih besar. Andai kata ketika itu tidak tergesa-gesa melakukan aksi pindah kapal, mungkin akan sempat merasakan floating di kisaran 15%! Dari pengalaman itu, kali ini saya putuskan untuk bersikap pasif terha…

Average Down?

Mengejar (Multi) Bagger?

Apa yang lebih membanggakan dari berinvestasi di dunia saham lalu mendapatkan bagger? Saya pernah merasakannya sekali (semoga ke depan akan berkali-kali, hehehe) dan itu sungguh menyenangkan. Bahkan di situ muncul satu kebanggaan meski emiten yang dibeli tersebut merupakan stock pick dari paman Kakdr & Johnfundamental.

Namun kemudian semakin ke sini, entah mengapa pengalaman yang terlalu cepat itu malahan menjadi beban. Menjadi beban karena bagger menjadi mindset utama dalam berinvestasi. Saya menjadi lupa bahwa niat awal berinvestasi, yaitu membangun mindset terlebih dahulu untuk menjaga nilai aset dari inflasi.

Dengan mindset menjaga nilai aset, maka hal pertama yang wajib dijaga adalah jangan sampai rugi.

Bagaimana caranya agar jangan sampai rugi?

Salah satunya adalah dengan menempuh jalan anti-cutloss! Dan untuk memudahkan jalan anti-cutloss, maka screening untuk menemukan emiten berkualitas atau minimal sehat, untuk menambah probabilitas harga naik ketimbang harga turun, menj…

Daftar Blog Berkualitas tentang Manajemen Modal untuk Pemula di Dunia Saham

Ketika Prinsip Investasi Dikhianati

Sejak awal, prinsip investasi saya adalah mencari perusahaan sehat dan salah harga. Sehat di sini dalam artian perusahaan ini terus bertumbuh minimal lima tahun terakhir. Sedangkan salah harga adalah dalam artian harga di pasar sekarang tidak mencerminkan valuasinya saat ini berdasarkan laporan keuangan terakhir.

Prinsip inilah yang saya khianati di akhir bulan April 2019.

Ketika membaca berita-berita positif mengenai perkembangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China sejak tahun 2018, saya berpikir bahwa akan sangat sulit mencari lagi perusahaan-perusahaan sehat dan salah harga sebagaimana definisi di paragraf awal.

Oleh sebab itu, saya memutuskan untuk mengabaikan prinsip tersebut dan hanya melihat peluang growth yang sekiranya bisa memberikan risk-reward memadai.

Hasilnya? Boom!

Perundingan antara salah dua pemimpin ekonomi dunia, presiden Trump dan Xi Jinping, gagal total! Bahkan mereka sekarang kembali saling berbalas untuk menaikkan tarif impor.

Belum reda juga, kekhawa…

Ratio-ratio di RTI Mobile (bagian 4)

Rasio-rasio di RTI Mobile (bagian 3)

Melanjutkan tulisan dari catatan bagian 2 sebelumnya mengenai rasio-rasio di RTI versi mobile.

Tapi sebelumnya, saya ingin menyampaikan bahwa pengambilan emiten INKP sebagai contoh di sini bukan karena emiten ini bagian dari portofolio. Melainkan kebetulan saja ketika ingin menulis mengenai rasio-rasio RTI versi mobile, saat itu saya sedang memeriksa laporan keuangan INKP kuartal 4 tahun 2018. INKP sendiri sampai sekarang masih tergolong bearish (kalau tidak salah sih).

Oke lanjut, berikutnya adalah pada bagian Earning.




Dividend Per Share (DPS)

Dividen pershare adalah duit yang diterima oleh pemegang saham tiap lembarnya. Di bagian ini dituliskan besar dividen terakhir yang dibayarkan oleh INKP kepada pemegang sahamnya.

Jika kita memegang saham sejumlah 1 lot, artinya kita memiliki 100 lembar saham INKP. Jadi jumlah dividen sebelum dipotong pajak yang kita terima adalah (Rp 100/lembar) x (100 lembar) =  Rp 10.000.

Apa gunanya? Dengan melihat bagian ini, kita bisa mengestimasi berapa kira…

Rasio-rasio di RTI Mobile (bagian 2)

Melanjutkan dari tulisan sebelumnya di bagian 1, sekarang kita lanjut dengan membahas pada baris berikutnya, Fundamental. Yes, bagian Most Recent Quarter diabaikan karena saya tidak tahu apa gunanya.



Sales

Sales adalah hasil penjualan kotor barang atau jasa sebelum dikurangi dengan beban maupun pajak.

Maksudnya adalah, semisal seorang pedagang yang jualan kacang goreng, maka sales ini merupakan jumlah duit hasil jualan kacang goreng yang si pedagang terima dalam satu periode pelaporan. Kalau pelaporannya harian, berarti total penjualan sebelum dikurangi beban (modal beli kacang mentah, minyak goreng, gas, dan lain-lain) dalam satu hari itu.

Assets

Assets adalah segala barang maupun persediaan dagangan yang dimiliki oleh perusahaan.
Balik lagi ke pedagang kacang goreng tadi. Aset adalah seluruh modal yang dimiliki oleh si pedagang. Baik modal itu berupa uang kas, wajan penggorengan, kompor, gerobak sepeda, kentongan bambu, kacang mentah yang belum dimasak, kacang goreng yang belum laku ter…

Rasio-rasio di RTI Mobile (bagian 1)

Di RTI versi mobile bagian menu "Key Statistics" merupakan bagian yang sering saya kunjungi untuk melihat sekilas valuasi suatu perusahaan terbuka.

Eee..., sebenarnya saya ingin berbasa-basi dengan kalimat yang wah atau kalimat yang sederhana tapi enak dibaca. Tapi ya sudahlah.
Earnings Per Share
Earnings per share (EPS) adalah jumlah laba-bersih dalam suatu periode dibagi jumlah total saham yang beredar. 
Ada dua macam periode yang disajikan: yaitu periode kuartal dan tahunan (jika belum genap setahun, maka akan disetahunkan).

Fungsi dari EPS sendiri adalah sebagai gambaran, andaikata seluruh laba bersih itu dibagikan langsung kepada pemilik saham, maka tiap pemilik satu lembar akan menerima uang sebanyak EPS ini. Dalam contoh gambar di atas, maka setiap pemilik satu lembar saham INKP akan memperoleh USD 0,1075 untuk penutupan tahun 2018. Jika 1 USD = Rp 14.000, maka jumlah yang diterima adalah Rp 1.505.

Selain itu, EPS juga bisa dijadikan sebagai gambaran awal mengenai keberl…

Menikmati Eksekusi dalam Membeli itu ...

Ada kenikmatan yang tersembunyi ketika melakukan eksekusi membeli; membeli apapun. Ada kelegaan yang semacam seperti keberhasilan dalam suatu pencapaian. Pencapaian dalam hal akuisisi suatu barang atau jasa.

Bahkan meski barang atau jasa yang dibeli tadi sebenarnya juga ndak butuh-butuh amat. Semua hanya berdasarkan pembenaran-pembenaran subyektif; pokoknya harus beli sekarang atau kelak akan menyesal.

Sudah berapa banyak barang di rumah yang hanya berakhir di gudang? Duduk manis diselimuti debu hingga sudah menjadi istana bagi kerajaan kecoa?

Saat itulah ketika shopping yang seharusnya menjadi sebuah transaksi sakral--dalam agama yang saya percaya, jual-beli adalah transaksi sakral yang salah satunya harus memenuhi syarat ijab-qabul--untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau untuk mempermudah kehidupan, telah berevolusi menjadi sebuah hobi.

Beli Minyak Goreng

Istri sekarang sudah mulai hafal, jika saya sedang muter-muter di area barang kebutuhan sehari-hari di minimarket, itu bukan karena pengen beli. Tapi sekedar menengok tulisan nama perusahaan yang memproduksi barang-barang tersebut.

Seperti minggu ini (antara tanggal 17 sampai 22 Maret 2019), minyak goreng adalah barang kebutuhan sehari-hari yang sering saya tengok.

Di antara nama-nama perusahaan yang sering terlihat adalah Wilmar dan Salim (dua-duanya lupa nama lengkapnya, hanya ingat kalau mereka perusahaan terbuka). Sedangkan yang saya cari, London dan Agro Lestari tidak sekalipun saya temukan, apalagi Tunas.

Dari sini kegalauan muncul.

Dulu sering dengar kalau beli saham, paling mudah adalah saham-saham yang produknya sering terlihat di sekitar kita. Semisal: Uniliver, dari sabun mandi hingga kosmetik; Lalu Indofood, dari jajanan penuh garam hingga bumbu-bumbu dapur.

Tapi yang saya lakukan malah membeli emiten CPO yang produknya sama sekali tidak pernah saya lihat; dalam artian nam…

Membeli Warung

Membeli saham, bagi saya pribadi, itu bisa diibaratkan sama seperti ketika membeli warung. Baik warung yang dibeli dengan tujuan sebagai sumber penghasilan atau warung yang dibeli untuk dijual kembali.

Saya ulangi lagi:

Membeli warung dengan tujuan sebagai sumber penghasilan.Membeli warung dengan tujuan untuk dijual kembali. Tapi dari dua tujuan di atas, ada satu kesamaan, yaitu harus untung. Harus profit! Sedangkan yang membedakan hanya timeframe untuk mencapai profit.
Semisal ada sebuah warung yang berlokasi di daerah kos-kosan mahasiswa yang akan dijual seharga 225 juta rupiah, dengan data sebagai berikut: Warung ini adalah warung makan.Luas tanah 36 meter persegi dengan harga umum di daerah tersebut adalah 2 juta rupiah permeter persegi. Dijual beserta bangunan dan isi serta sudah SHM.Mempekerjakan 4 orang karyawan dibagi menjadi dua shift kerja dengan gaji masing-masing 750 ribu rupiah perbulan.Perputaran uang non-gaji pekerja perhari rata-rata 2 juta rupiah. Laba bersih rata-rata …

Pembentukan Harga

Di Semarang, ada sebuah pasar sayur yang sudah buka sejak tengah malam. Pasar tersebut bernama pasar Bandungan. 
Pasar ini merupakan salah satu tempat para pedagang sayur retail kecil dari kota Semarang untuk membeli dagangan yang kemudian akan di jual lagi. 
Para pedagang di pasar Bandungan ini, berposisi sebagai "price maker", karena merekalah yang menentukan harga sayur yang mereka jual. Sedangkan pembelinya yang merupakan retail, adalah "price taker" karena membeli sayur yang telah ditentukan tadi tanpa menawar. 
Pun demikian, bukan berarti retailer dari kota Semarang harus pasrah dengan harga yang ditentukan oleh pedagang di pasar Bandungan. Para retailer dari kota Semarang tetap berhak untuk menawar harga yang tadi ditentukan oleh para pedagang di Bandungan. 
Ketika pedagang di Bandungan menyetujui harga yang ditawarkan oleh retailer dari kota Semarang, meski dengan harga yang lebih rendah, pada saat itulah posisinya menjadi terbalik.
Yaitu pedagang pasar B…

Halo

Setelah beberapa tahun ndak nulis di blog, tiba-tiba saja sejak akhir tahun kemarin (2018), keinginan untuk menulis itu datang kembali.

Ada banyak hal yang ingin ditulis di sini. Tapi sebagian besar mungkin akan berkisar mengenai petualangan pribadi ketika mulai mengenal dan lalu masuk ke dunia investasi.

Apa yang dulu saya yakini benar, tiba-tiba saja berubah menjadi salah, lalu berubah kembali menjadi benar atau sebaliknya--aneh-aneh pokoknya.

Hingga akhirnya berkesimpulan bahwa, open mind-lah yang menjadi jalan tengah mencari ilmu--oh, tentu saja yang dimaksud di sini adalah ilmu dunia.