Friday, May 3, 2019

Ratio-ratio di RTI Mobile (bagian 4)

Mungkin pengambilan contoh hasil tangkapan layar ponsel saya sudah tidak relevan lagi. Karena data dari RTI akan terus diperbarui setiap saat. Terutama data yang terkait langsung dengan harga saham INKP sekarang.

Harga perlembar saham INKP hasil tangkapan layar pada 8 April 2018, jam 10.02 WIB.


Sebagai contoh adalah PER (Price Earning Ratio) dimana rasio ini didapatkan dengan cara membagi harga perlembar saham INKP sekarang dengan EPS tercatat terakhir. Harga saham berfluktuasi setiap hari, sedangkan perubahan EPS terjadi minimal tiap kuartal (tiga bulan sekali).

Tapi ya sudahlah, lanjut.

Kali ini mengenai bagian Valuation.

Data valuasi INKP di RTI mobile ketika penulis memulai membuat tulisan berseri mengenai rasio-rasio RTI versi mobile.

Deviden Yield

Deviden yield adalah rasio antara jumlah deviden terakhir dibagi dengan harga perlembar saham INKP pada saat ini. Kebetulan harga saham INKP perlembarnya ketika saya mulai menulis adalah Rp 8.225. Sedangkan deviden terakhir adalah Rp 100 perlembar saham (ada di tulisan bagian 3).

Deviden yield 
= ( Rp 100 / Rp 8.225 ) * 100%
= 1,22%

Price Earning Ratio (PER)*

Price earning ratio adalah seandainya kita membeli perlembar saham INKP seharga Rp 8.225 lalu seluruh earning atau laba INKP dibagikan kepada seluruh pemegang saham, maka akan dibutuhkan 5,39 tahun agar si pemegang saham balik modal. Tentunya ini dengan asumsi bahwa laba INKP selalu konstan setiap tahunnya.

Angka PER di RTI adalah angka PER yang disetahunkan. Artinya jika laporan keuangan terakhir yang tercatat di RTI adalah laporan keuangan kuartal ke empat, berarti PER ini didasarkan angka EPS (earning pershare, lihat pada tulisan bagian 3) di penutupan tahun terakhir.

Namun jika EPS yang terlapor masih kuartal satu, dua, atau tiga, maka angka PER-nya adalah angka estimasi setahun mendatang.

PER didapatkan dengan cara membagi harga sekarang dibagi dengan EPS disetahunkan. Jika harga sekarang Rp 8,225 sedangkan EPS-nya adalah USD 0,1075 atau sekitar Rp 1.505 (asumsi USD 1 = Rp 14,000), maka:

PER
= Rp 8.225 / RP 1.505
= 5,46

Price Sales Ratio (PSR), Price Book Value Ratio (PBVR), dan Price Cash Flow Ratio (PCFR)

Yes, semua di atas saya gabungkan karena perhitungannya sama. Yaitu harga sekarang dibagi dengan, secara berurutan, sales pershare (revenue pershare atau RPS), book value pershare (BVPS), cashflow pershare (CFPS). Angka-angka ini bisa dicek di tulisan bagian 3.

Harga perlembar INKP ketika saya mulai menulis tulisan berseri ini adalah Rp 8.225. Silahkan hitung sendiri dengan asumsi 1 USD = Rp 14.000. Hehehe...
Share:

0 comments:

Post a Comment

Penyanggahan

Penulis masih dalam tahap belajar dan semoga akan terus semangat untuk belajar. Semua yang dituliskan di blog ini hanya sebagai catatan penulis tentang apa saja yang penulis tahu dan bukan hal yang absolut benar.

Harapan penulis adalah pembaca untuk tetap bersikap kritis terhadap apa yang penulis sampaikan. Kalau perlu silahkan kritik melalui fasilitas komentar yang tersedia.

Terima kasih dan salam.