Skip to main content

Income Statement dan Cash Flow, Khususnya Cash Flow from Operating

Pak Dhe, begitu saya memanggil pemilik warung kopi ala gresikan di Surabaya dulu ketika masih jaman kuliah. Pak Dhe kadang mengeluhkan duit modal untuk warungnya menjadi berkurang untuk diputar. Tapi itu bukan karena warung kopinya sepi, melainkan ada beberapa pelanggan yang berhutang dan belum juga membayar hutangnya.

Artikel ini bukan soal Pak Dhe, tapi soal cinta segitiga antara balance sheet, income statement, dan cash flow.

Dari bisnis Pak Dhe, jika kita hanya kepo soal untung atau ruginya, maka hal yang kita cari adalah catatan yang ada di income statement. Income statement yang berisi soal untung atau rugi, entah itu keuntungannya sudah cair berupa duit ataupun keuntungan yang masih berupa catatan piutang dari beberapa pelanggannya, semua dijadikan satu dengan interval antara pelaporan akhir tahun lalu hingga pelaporan akhir tahun ini. Dari 31 Desember tahun lalu, ke 31 Desember tahun ini.

Sekali lagi, ada keuntungan berupa duit asli kingis-kingis dan catatan piutang.

Kemudian jika hanya ingin mengetahui soal duit asli yang kingis-kingis tanpa mempedulikan catatan piutangnya, kita bisa kepo soal aliran duit atau bahasa kerennya cash flow, terutama pada bagian cash flow from operating.

Tapi ingat, yang dicatat di cash flow from operating memang benar adalah duit asli dari aktivitas operasional, namun demikian duit asli ini bisa jadi bukan hanya dari keuntungan dari interval akhir tahun lalu ke akhir tahun ini (31 Desember tahun lalu ke 31 Desember tahun ini). Bisa jadi duit asli ini adalah duit yang baru tertagih (keuntungan yang baru tertagih) dari interval dua tahun lalu sampai tahun kemarin (31 Desember dua tahun lalu sampai 31 Desember tahun lalu). Tapi karena baru diterima, maka dia akan dimasukkan di cash flow from operating tahun ini.

Mumet?

Contoh:
  • 2016, keuntungan bersih Pak Dhe total 20 juta rupiah, terdiri dari 15 juta kas dan 5 juta piutang (yang akan dibayar di tahun 2017).
  • 2017, keuntungan bersih Pak Dhe total 21 juta rupiah, terdiri dari 17 juta kas dan 4 juta piutang (yang akan dibayar di tahun 2018).
Maka, di cash flow from operating Pak Dhe di laporan keuangan 31 Desember 2017 dituliskan total adalah 22 juta rupiah, yang terdiri dari:
  1. Keuntungan tahun 2016 berupa piutang yang akhirnya bisa ditagih di tahun 2017, sebesar 5 juta.
  2. Keuntungan tahun 2017 berupa dalam bentuk kas 17 juta.
Sedangkan untuk Income Statement 31 Desember 2017, total keuntungan adalah 21 juta.

Bagaimana?

Tapi untuk cash flow, ia bukan hanya cash flow from operating. Masih ada lagi cash flow from investing dan cash flow from financing. Bagaimana itu?

Lalu bagaimana relasinya dengan balance sheet

Bersambung...

Kisah sebelumnya:
beranda ] [ back to top ]

Comments