Pergeseran dan Kontraksi

Di masa sekarang ini, semula saya berpikir bahwa orang-orang akan mulai meninggalkan hal-hal yang terkait dengan kebutuhan tersier mereka lalu lebih mengutamakan kebutuhan primer dan sekali waktu kebutuhan sekunder. Tapi sepertinya tidak demikian.

Yang saya maksudkan adalah seperti ini. Coba Anda pergi ke dapur dan periksa merek minyak goreng yang keluarga Anda gunakan. Kemudian nantinya ketika Anda pergi ke toko kelontong, minimarket, atau mungkin ke supermarket, cobalah Anda menunggu di rak berisi berbagai jenis merek minyak goreng yang ada di sana.

Jika Anda melihat ada orang yang mengambil dan membeli minyak goreng, catat merek dan harganya. Dari situ Anda akan tahu, bahwa meski minyak goreng adalah bagian dari kebutuhan primer namun pada kenyataannya orang membeli dengan preferensi merek dan harga yang berbeda.

Hal yang sama juga berlaku untuk beras. Beras di segala kondisi ekonomi suatu negara, preferensi merek dan harga tetap saja akan bervariasi.

Pergeseran

Orang-orang akan tetap memenuhi kebutuhan mereka baik itu primer, sekunder, maupun tersier. Yang berubah mungkin hanya pada interval, kuantitas, dan kualitas tergantung pada daya beli yang mereka miliki serta pandangan akan keamanan finansial mereka dalam beberapa waktu ke depan.

Sebagai contoh sebelum pandemi, paket data utama yang saya gunakan untuk mengakses internet menggunakan laptop adalah paket Smartfren Unlimited senilai Rp 75 ribu sebulan, namun sekarang saya menggunakan paket Smartfren Unlimited Rp 50 ribu sebulan.

Anda mungkin di lain pihak, jika sebelumnya menggunakan paket data via kabel optik plus langganan penuh semua saluran TV kabel, bisa jadi sekarang Anda mulai menyeleksi saluran TV kabel mana yang jarang Anda saksikan lalu menyesuaikan paket langganan Anda.

Jika demikian, kita masih termasuk beruntung. Bisa jadi ada si Fulan yang mungkin sekarang hanya melakukan top up pulsa sekedar untuk memperpanjang masa aktif nomor selulernya agar tetap bisa terhubung dengan kawan dan kerabat.

Tapi di suatu tempat, mungkin akan ada sebuah korporasi yang justru akan melakukan upgrade server dan bandwidth mereka untuk mengantisipasi lonjakan akses data masuk yang mereka terima.

Kontraksi

Selama suatu negara memiliki kondisi politik dan keamanan yang stabil, naik atau turunnya pergerakan ekonomi itu bisa kita bayangkan sebagai sebuah kontraksi. Dalam artian ekonomi akan tetap berjalan namun karena adanya sebuah pergeseran (apapun itu) di semua segmen, maka yang terjadi adalah sebuah kontraksi.

Sebagai contoh sederhana adalah apa yang dibahas sebelumnya mengenai tiga kebutuhan yaitu: kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Kita umpamakan saja, pada keadaan ekonomi normal, perputaran total barang (sekali lagi barang dan bukan uang) dalam suatu negara jika dibagi menjadi tiga jenis kebutuhan tadi adalah:

  • Kebutuhan primer 50%.
  • Kebutuhan sekunder 30%.
  • Kebutuhan tersier 20%.

Maka ketika keadaan ekonomi berubah seperti sekarang, menurut saya perputaran barang dalam persen kurang lebih tidak akan jauh berbeda dari formasi di atas. Yang berubah adalah interval, kuantitas, dan kualitas dari tiap-tiap barang yang ada di masing-masing jenis kebutuhan tadi.